#YNWA !!!!!!!!!!!!!

#YNWA !!!!!!!!!!!!!

Tuesday, May 24, 2011

relaxed but serious or serious but relaxed, which one?

"hidup itu santai saja,, jangan terlalu serius" sering sekali kalimat itu saya dengar, mungkin teman-teman diluar sana juga sering mendengarnya, bahkan mungkin juga mengucapkannya. rite? tapi kadang benar adanya, ketika menjalani hidup yang terlalu serius untuk mencapai suatu tujuan, manusia tnapa ia sadari memancing penyakitnya sendiri. ada yang bilang, "ngapain serius-serius amat, lama2 kepala cepat botak, cepet tua, bisa jadi penyakit di badan kalau sudah stress jika cita-cita gak terpenuhi". yang penting ituu,, jalani semampunya, jangan diluar kemampuan kita.
wait wait.. jadi inget dosen-dosen dikampus terus para profesor yang kepalany botak, atau lebih tepatnya sedikit doang di depannya yang botak ituu, apa mereka menjalani hidupnya terlalu serius,, terlalu ngebet sama cita-cita makanya kepala bisa jadi landasan helikopter gitu?? wkwwk.. atau karena mereka terlalu pintarr. nah ini bisa jadii.. *lirik Pak BJ Habibi.. hihihhi. Seperti juga para fisikawan lain pada masa Perang Dunia II, Feynman tergugah untuk masuk ke dalam sebuah projek pembuatan bom atom di Los Alamos. Ia merasa bahwa jika Jerman lebih dulu megembangkan bom atom, dunia akan terancam oleh fasisme Hitler. Setelah Perang Dunia II, Feynman bekerja di Cornell University. Namun demikian, ia merasa Cornell bukan tempat yang cocok untuknya. Ia memilih pindah ke California Institute of Technology (Caltech). Selain menguasai fisika teori, Feynman juga menguasai bidang teknik. saya hubungkan dengan Feynman karena,, sosok Feynman perwujudan semangat "santai tapi serius". semangatnya yang santai tapi serius itu,, tampak pada tulisannya.
Feynman adalah seorang jenius. S1 di MIT, pascasarjana di Princeton. Kesehariannya berkutat dengan fisika. Tetapi apakah dia orang yang nerd? Oh, tidak. Justru dia sosok yang santai abis. Dia hobi mengisengi rekan sejawat, ikut belajar melukis, juga pernah tiga hari tidak tidur keliling Las Vegas. Akan tetapi dia serius ketika tiba waktunya. Dengan penelitiannya dia berkontribusi di dunia fisika… malah sampai mendapat hadiah Nobel. Prestasi yang tidak ringan kalau menurut saya. Di sini kita melihat bahwa keseriusan Feynman dibarengi dengan kesantaiannya menjalani hidup. Santai tapi serius. Dan saya pikir, memang itu yang kita butuhkan. Menyeimbangkan antara sisi manusiawi dan keseriusan kerja (http://sora9n.wordpress.com)
Pikiran sayapun jauhhhhh melayangg,, akhirnya menembus langit pertamaaa, lewatin awan, lewatin burung terbang (apaa sih lol..) mengenai arti kata "serius" dan "santai" ini. nek iki, kalo digabung yoo tetep mbingungke. Gimana bisa berhasil dalam hidup kalau santai sajaa tanpa ada usahaa. nahh disini si serius berperan. tapi kalau dalam hidup serius terus gak ada si santai, apa jadinya manusia. mungkin bisa lebih gila bentuk dan rupanya dari profesor ato para filsuf yang berkepala unik diatas (hee,, maap Pak, tp saya sangat mengagumi anda). suerr! Hidup ini ruwet gak menurut kalian?? ato sebenarnya yang bikin hidup ruwet ini ya kita sendiri. setuju yang mana?? toh si hidup berjalan terus tanpa protes, tanpa demo, yang protes itu, yang bikin masalah itu kita sendiri kan?! nah yang ini, saya jadi mikir selama ini,, hidup sayaa iniii saya bikin masalah apa ya?? waks.. Apalagi manusia Indonesia itu beda etos kerjany sama manusia di belahan dunia lain. orang jawa bilang, alon2 aw waton klakon.. alias pelan-pelan aja yang penting selamat. jaman sekarang kalau semua dibawa santai sampainya lama kan ya?? orang dah smpe di Afrika,, kita baru di purwakarta.. hahahhhh.
Oiya,, saya melihat pengalaman seseorang disekitar saya,, kalau saya pikir sih,, anak ini mungkin bisa dibilang serius tp santai dalam hidupnya.. cuma orang disekitarnya saja yang menganggap dia santai gak ada serius. salah besar!! apapun itu kita itu butuh proses. Mau berhasil itu kita lewati jalanan yang berlubang, banyak batu, polisi tidur dulu,, gak akan mulus lurus aja tuh jalan. yang ada malah tancap gas karena berasa mulus tapi tiba-tiba hancur berantakan karena ngerasa selama ini lancar-lancar aja gak taunya ada batu besar didepan tapi kita gak siap mau nahan. hayooo.. Pilih Mana?? yang penting kita tahu jalan yang kita tempuh itu seperti apaa dan bagaimana menjalaninya. tapi ya ituu tadi, jangan terlalu serius. kemaren-kemaren saya juga pernah nyoret disini,, hidup ituu jangan TER.. 
seseorang yang berhasil itu, mungkin hidupnya tidak monoton kalii ya. pasti ada jokenya. siapa yang tidak mau berhasil dan hidup serba cukup?!?! Hidup itu jangan TER, lagi2 deh tuh kata keluar. tapi CUKUP saja. CUKUP rumahnya lima, CUKUP mobilny lima, CUKUP Istri/suaminya lima juga. heeh??? (ndashh mu Lol :P). Etos kerja itu perlu, gairah kerja pun perlu digalakkan, jangan cuma Omdo alias omong doang dan kesannya temporary. kita juga ingin kerja dengan perasaan nyaman tanpa adanya tekanan dan ketidak pastian. Bila etos kerja mulai dilatih sejak kecil maka akan menjadi manusia yg berjiwa mantap, punya pendirian dan idealisme, malu ongkang - ongkang dan masa depan yg tak jelas. paling tidak ada usaha dari kita untuk membentuk sebuah kepribadian.
mudah-mudahan nyambung si ya sama si Feynman diatas, orangnya kan serius tuh sama lmunya tapi dia santai banget ga melulu mikirin ilmu pasti atau nyiptain proses pembuatan bom melulu dijamanny Hitler. istilah anak sekarang, yaa dijamannya dia masih suka kongkow kongkow bareng rekannya. siapa yang tidak mauu hidup sesukses diaa. 
so, 
why you so serious guys..?? 
Nikmatin hidupmu,, hidup cuma sekali, apapun yang kalian hadapi sekarang anggap itu sebuah perjalanan menempuh hujan badai, tanpa pelindung apapun tapi setelah ituu bisa melihat pelangi yang sangat indah tersenyum diatas sana,, seindah senyum anda ketika anda mencapai semuanyaa. semuanya butuh proses temand.. 

Nah,, masalahnya adalah,, saat nulis ini saya lagi terlihat serius kerjaa tapi saya lagi santai sambil corat coret disini..
inii saya masuk yang mana guys kira-kira???
ahahahh  :)

Thursday, May 19, 2011

MY LORD..

God is all-wise, all-understanding, all-grant, and all-forgiving. Including me, whether feasible or not called his servant. the presence o, im nothing. but my demand was always granted. God forgive all the mistakes I've made. Give me time to fix yourself up to really deserve to be your servant. all that you give is always gradual and made ​​me long to understand what you want. life is not easy, but you always give way so that my brain can simplify all that has you prepared. I'm still very far from you. God give me the opportunity to be close with you. you make my life so colorful. I feel as you are an amazing creature because you are protecting, you are blessed. do not leave me, do not you divert me from the interpretations of God. You give a lot of lessons to be grateful for all you've given.

Wednesday, May 18, 2011

Ku Ingin Kau Mati Saja

baby we’re good friends for so long
kau bilang sayang entah benar atau bohong
bilang rindu and all of your feeling
do you really really mean all of those thing
saat ku akan berikan cintaku
you are changing, who the hell are you
apa maksudmu hancurkan harapanku
are you happy breaking my heart in two
demi dirinya kau biarkan ku menangis
demi dirinya kau biarkan ku menanti
dan kau takkan bisa lari karena ku ingin kau mati
ku ingin kau mati saja, ku ingin kau pergi saja
ku tak akan menunggu, tak lagi harapkanmu
ku ingin kau mati saja, ku ingin kau pergi saja
ku tak akan menunggu, tak lagi harapkanmu
 di malam ini ku yakin kau bersama orang lain
semua ucapanmu kini bagai sebuah angin lalu
kau bilang padaku kau butuh diriku tuk disampingmu
tapi kenyataannya kau tak ada disisiku
sudah lupakan lupakan saja semua cerita
yang terjalin terjalin diantara kita
tak sanggup lagi diriku untuk berkata-kata
karna ku ingin ku ingin kau mati saja

-SoulJah- I Like This Song. Anyone? ;p

Jodoh Itu Di Tangan Tuhan, Yakin?!

Pagi... :) Iyaa,, waktu menulis ini dikantorr masi sangat sepii dan seperti biasa belum ada kerjaan lagi.,, kepikiran pertemuan kemaren dengan Teman dan beberapa kali dengan yang lain jika sedang membahas topik itu.. dan itu lagi. masih tidak jauh-jauh dari Perasaan sih yaa :)
Rata-rata teman yang seumuran pemikiran mereka sudah sangat jauh kedepan dalam arti kata planning ke depannya. tapi tidak jarang juga dari mereka yang sudah menjalani hubungan serius itu pada akhirnya ngambang, ntah karena apa atau istilahnya gak jelas kali ya. yang lebih lucunya lagi, kalau tiap ditanya,, ya let it flow ajaa,, klau jodoh ga kemana. Yakin begitu?? Jodoh ditangan Tuhan! Yakin?? sepertinya persepsi orang berbeda beda nih dengan kalimat yang sering dilontarkan orang ini.
Aku pribadi juga memiliki pemahaman sendiri tentang ini,, bukan mentang-mentang Semua datangya dari Tuhan, jadi kita tungguin ajaa yang datang dengan cengok. hehe.. berusaha untuk mendapatkan, memperjuangkan,, nah kalau sudah usaha barulah apapun akhirnya itu Urusan Tuhan. usaha dan ikhtiar, jangan pasrah aja nunggu. masalahnya adalah?? aku diposisi yang mana???? ahahahha.... ABSTAIN. marii usahaa mencari hal yang laen dulu, membahagiakan diri sendiri dulu dan mereka yang sudah bikin aku bisa seperti ini dulu. urusan jodoh?! haaaa... ak jawabnya bukan Jodoh itu ditangan Tuhan loh yaa??? ato, ntar juga ada yang dateng. TAPI akan aku jawab,, aku akan mencari dan mendapatinya nanti saat aku merasa siap dan yakin LAGI :)

Bermula dari awal yang sangat indah
Hari harinya berjalan seperti biasa
Tak pernah ia fikirkan satu masalah
Semua dilepaskan tak disimpan di dalam dada
One a troy control
Semua orang pun bilang
Seakan diotaknya hanya ada rasa riang
Langkahnya cepat tepat penuh semangat
Mengejar cita cita di waktu genggar
I'm free like a burning no one the tell me -Souljah-

Tuesday, May 10, 2011

Kedamaian di Thailand Selatan

Thailand Selatan adalah tempat terdapatnya ratusan mil garis pantai, beberapa merupakan pantai yang belum tersentuh. Banyak orang bilang bahwa sebagian besar lokasi paling terkenal di Thailand, seperti Phuket – pulau paling besar di Thailand – telah
tereksploitasi dan kehilangan keindahan dan pesonanya. Tetapi, itu tidak menghentikan banyak wisatawan untuk datang ke kota-kota pinggir pantai tersebut tahun demi tahun.

Ketertarikan wisatawan meningkat tajam setelah daerah itu ditampilkan dalam film Hollywood. Pertama adalah Ko Tapu, sekarang terkenal sebagai Pulau James Bond, yang ditampilkan dalam film keluaran 1974 ‘The Man With The Golden Gun’. Lalu petualangan
mematikan Leonardo DiCaprio dalam The Beach – difilmkan dekat Pulau Phi Phi pada 2000 – yang semakin menambah ketertarikan dunia akan liburan pantai yang mempesona.

Memang benar, kebanyakan tempat di Thailand Selatan telah penuh sesak dan rusak, tetapi masih terdapat tempat menyendiri untuk menikmati ketenangan dan bersantai. Berikut adalah beberapa saran untuk menghindar dari keramaian dan menikmati waktu sendiri.


Ko Rok

Ko Rok adalah sepasang pulau kembar yang sering didatangi wisatawan karena gugusan koral yang menakjubkan, sebuah tempat sempurna untuk snorkeling dan menyelam. Terdapat bermil-mil pantai pasir putih yang menyilaukan mata dan kebanyakan masih sepi, cocok untuk berkemah. Anda dapat membeli perbekalan di pulau dan menikmati malam yang damai, tenang, dihiasi oleh pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang mencengangkan.





Ko Tarutao

Ko Tarutao adalah bagian dari Taman Nasional Laut Tarutao. Awalnya dibangun sebagai penjara, Ko Tarutao ditampilkan dalam salah satu episode acara TV Amerika ‘Survivor’. Kebanyakan turis lebih memilih keramaian dekat Ko Lipe, tetapi taman nasional tersebut
mengelola bungalow dan tempat perkemahan bagi yang mencari ketenangan.





Ko Kut (juga dikenal sebagai Ko Kood)

Ko Kut terletak pada ujung sebelah tenggara Thailand dan merupakan pulau terdekat ke negara tetangga, Kamboja. Kebanyakan turis yang berkunjung adalah dari kawasan Indochina, terutama yang mencari hiburan akhir pekan. Pulau ini sebagian besar belum dibangun dan masih terdapat hutan belantara, sempurna untuk para pecinta alam sejati. Kebanyakan resor di pulau ini hanya melayani paket wisata jadi pastikan Anda menggunakan agen perjalanan.

Waktu untuk Pergi

Musim sibuk di seluruh Thailand adalah dari Oktober sampai Februari, inilah masanya harga-harga naik dan pantai menjadi ramai. Ini karena musimnya mendukung untuk wisata. Baru-baru ini musim penghujan datang terlambat dan telat pula selesainya. Jadi sebaiknya Anda berkunjung akhir Februari atau awal Maret saat cuaca sudah lebih tenang tetapi hujan belum terlalu deras. Terlepas dari pemilihan soal waktu, pastikan Anda selalu siap menghadapi cuaca buruk dan cobalah untuk memesan tempat terlebih dahulu agar tidak kecewa ketika sebuah perjalanan habis terpesan.
( http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/21-kedamaian-di-thailand-selatan)

Nb: Pengenn ajaa ngopypaste... sayaa pengeeeennn #garuk aspal

Wednesday, May 4, 2011

Syurganya Lesbian..

Lesbos Island
Wanita di seluruh Eropa, yang tergolong pecinta sesama jenis atau lesbian, tertarik mengunjungi sebuah pulau di Yunani untuk menghadiri sebuah festival internasional yang unik khusus untuk kaum wanita.
Pulau itu bernama Pulau Lesbos. Pulau itu terletak di sebuah kawasan yang dipengaruhi oleh Yunani Ortodoks di mana sebagian masyarakatnya menentang pernikahan sesama jenis. Tetapi, justru secara diam-diam acara untuk para kaum lesbian berkembang di sudut Laut Aegea tersebut.
Seperti dikutip dari news.com.au, selama dekade terakhir, pengunjung acara yang digelar selama dua pekan itu meningkat drastis, dari sekitar 30-an sampai ratusan wanita. Mereka datang dari berbagai negara di Eropa tak hanya Jerman, Inggris, Belanda dan Skandinavia saja tetapi juga dari Yunani dan Italia.
Para perempuan yang hadir di sana mengisi acara dengan mengadakan perjalanan menggunakan kapal pesiar, menikmati matahari terbenam, workshop, mengadakan kelas tarian Yunani serta memutar film tentang lesbian. “Aku terpesona, tidak ada kecemasan sama sekali,” kata Lauren Bianchi, seorang peserta asal Skotlandia.
Lauren Bianchi mengaku ini untuk pertama kalinya ia mengikuti festival tersebut. Ia mengaku sebelumnya ia telah membaca artikel tentang hubungan yang sulit antara penduduk lokal dan lesbian. Tetapi, saat berada di sana, ia merasakan kenyamanan.
(http://unik.supericsun.com/)
 Nah Lo... :))

Tuesday, May 3, 2011

Selamat Pagii,, :) *Saat menulis ini suasana di kantor sepi.. sepi kenapa?? lagi pada meeting di lantai 3 dan saya sendirii bebas dong mau ngapain ;p
humm.. ada pembahasan menarik tentang Sartre oleh @tommyfaw :))

Sartre, terlalu jenius menghantar eksistensialisme ke puncak sejarah filsafat sekaligus menutupnya. Setelah sartre? Eksistensialisme usai. Eksistensialisme sebagai sebuah aliran besar (sistem) setlah sartre tak ada lagi pembahasan yg signifikan sampe sekarang. Sartre menghadirkan puncak paradoks manusia sbg benda dan kesadaran. Manusia is manusia krn berkesadaran tp sklgs sbg eksistensi tak lengkap. Eksistensi selalu cenderung cemburu thp yg non-eksistensi, coba liat akar pohon aja sartre cemburu banget. Maka kecemburuan atas non-eksistensi itu dia kompensasikan pd eksistensi lain sbg neraka! Orang lain is neraka bagi saya! Ini akibat logis dari eksistensi yg tak mau kehilangan eksistensinya, yg harusnya diam dalam diri itu is kemutlakan. Akar diam dlm dirinya.Ya bukan krn org lain itu hendak menghabisi saya tp orang lain bisa penuhi eksistensi saya jd benda. RT @rayapan: Eksistensi ala Sartre jg pemalu prof @tommyfawuy, ia tdk suka di sorot; karena sorot mata orang, kata Sartre, adlh neraka bagiku.
Interpretasi saya sama sekali beda dgn kebanyakan interpretator sartre bhw sartre dgn mengatakan org lain is neraka lalu membenci the other. Org lain neraka bagi saya sbg situasi riil dr ketdklengkapan eksistensi. Coba, saya mencintai org lain n sblknya sama bahayanya kan, why? Orang lain sbg neraka: benci dan cinta is jebakan paradoks! Ini salah satu situasi eksistensial yg memaksa kita harus memilih! Jadi nampak bagi kebanyakan interpretator sartre tdk melihat paradoks itu: se-mata2 memaknai neraka sbg ancaman-kebencian.
Sartre sebenarnya sangat mencintai simone de beauvoir tp dia harus menyangkalnya utk tidak menghianati eksistensinya. Dan penyangkalan is bagian eksistensi terdalam manusia utk jalan membebaskan diri dr jebakan paradoks! Jelas penyangkalan ini tampil pd drama no exit yang bisa bikin mual kita membacanya. Penyangkalan di sini harus dilihat pd sisi eksistensi, yakni menghindari malafide, kepercayaan buruk yg bisa melenyapkan eksistensi. Nah penyangkalan eksistensial ini yg bikin etis tdknya seorang eksistensialis, kalo sartre tak menyangkal cinta pd beauvoir, ancurlah dia. Dengan apa sartre menyangkalnya? Dgn melirik pd perempuan lain (sori agak fisik, dia melirik krn emang dia jereng).
Sama halnya dgn beauvoir, harus menyangkal mencintai sartre, tenggelam dlm keromantisan cinta dgn aldrin. Kalo kita eksistensialis sejati tak kenal kompromi, mk ayo kita teriakkan: hidup penyangkalan! Berani bilang begitu pd org yg kita cintai? Penyangkalan is eksistensi, bagian kebebasan! Tak ada penyangkalan tak ada kebebasan! Tak ada lirikan cinta pd orang lain. Buta=benda. Sartre dan beauvoir hidup berdua terus-menerus lakukan penyangkalan tp dgn itulah cinta mereka bersemi. Nah, sebenarnya hidup dgn terus menyangkal itulah yg dimaksud sartre dgn neraka! Bukan melihat org lain lalu kita menolak n membencinya. Terus-terang saya suka gemas pd kebanyakan interpretator sartre yg tdk melihat paradoks neraka yg dimaksud sartre itu.
Coba, sartre is seorang atheis eksistensialis, tp masih pake istilah theologis “neraka”, kan secr semantik ya paradoks! Menyinggung lagi soal manusia lain is neraka, bhw itu situasi ril di mana sartre mendasari eksistensialismenya. Ingat seperti postulat yg pernah dikemukakan oleh filsuf thomas hobbes, manusia is srigala bagi sesamanya. Itu jg situasi ril. Sartre bgmn pun tidak mereduksi sedemikian rupa situasi manusia pd sudut sesempit itu tanpa argumen logis dan meniadakan humanitas. Sartre sebenarnya mengampanyekan manusia sampai pd tingkat humanitas total yakni mengemukakan kesadaran untuk menghargai eksistensi.Neraka is kuncup dialektika eksistensial untuk membangun kesadaran bahwa manusia is mahluk yg dikutuk utk terus mengatakan “tidak”! Sekali kita mengatakan “ya” bahaya segera mengancam kesadaran itu sendiri apabila itu menjadi sikap yang diyakini, bad-faith!
Nah, itu dia kata kunci untuk memahami nerakanya sartre. Kata “ya” dan “tidak” is relasi dialektis yg menggedor eksistensi utk org lain. Aku dan kamu is relasi eksistensi yg ditentukan oleh tatapan mata. Sialnya kamu menatapku yg bisa bikin seluruh aku berserah diri total. No! Tatapanmu bisa bikin kesadaranku terserabut dr eksistensi. Aku dalam ancaman besar, kau bisa dgn mudah membunuhku! Sartre sangat mengerti penyerahan eksistensi total pd the other, sbgmn hal itu dia sangkal dgn menamakannya bad-faith. Itu tak terlepas dari pemahamannya ttg tatapan terbesar yg menakutkannya, yakni tatapan mata tuhan.
Pemahaman eksistensinya sbgmn eksistensialisme yg lain is pengalaman hidup keseharian itu sendiri. Sartre menjadi tak bertuhan karena ketakutan ketika berbuat sbh kesalahan kecil, membakar karpet kakeknya sewaktu dia kecil. Kesalahan itu membuatnya berlari berlindung dr mata tuhan tp di mana2 sampai ke toilet pun tuhan masih tetap menatapnya.Akhirnya dia menyangkal tidak ada tatapan mata tuhan dan sejak itu dia merasa tdk lagi terteror oleh mata tuhan n atheislah dia. Pengalaman eksistensial itu menghantarkannya kemudian pd argumentasi logis tentang tak ada tuhan. Tepatnya dr psikologis ke logika.
Ayoo kita balik lagi sebentar pd dasar munculnya eksistensialisme sartre: ada-benda (etre-en-soi) dan ada-kesadaran (etre-pour-soi). Kesadaran eksistensial sartre diambil dr fenomenologi husserl, kesadaran is intensional, terarah ke luar, kritik atas rasionalisme. Berpikir selamanya terarah ke sesuatu di luar pikiran itu, s>p (sintetik), rasionalisme s=p (analitik, tautologis). Kalo pikiran itu is sbh keterarahan maksudnya ia menunjukkan sbh posisi, ia mengatur atw mengkonstitusi sesuatu. Pikiran membuat benda2-realitas tertata rapi namun kenyataannya potensi pikiran itu tak pernah lengkap, kesadaran pun tak pernah lengkap!
Kalo kita katakan tuhan itu pencipta mk tuhan pasti punya pikiran atw kesadaran. Gak mungkinlah tuhan sbg etre-en-soi sekaligus etre-pour-soi. Kenyataannya pikiran yg terarah ke luar senantiasa paradoks, jika tuhan itu paradoks dia pasti bukan tuhan, hanya manusia yg paradoks. Tuhan yang mencipta? Bgmn tuhan ktk mencipta? Ber-tanya2 pd diri sendiri oke atw tdk ciptaannya? Kalo tuhan sprt ini sungguh tdk masuk akal. Tapi kalo tuhan gak punya pikiran apakah dia bisa mencipta? Tuhan tak bisa ditempatkan pd modus eksistensi, maka tuhan tdk bisa dibicarakan. Jadi, nyambung dikit lagi nih, atheisme sartre mengacu pd paradoks ontologis yg tak memungkinkan adanya tuhan di sana kecuali kebebasan. Kalo tuhan ada maka eksistensi tidak ada, tapi kenyataannya eksistensi itu ada maka tuhan tidak ada. Karena eksistensi itu pd esensinya is kebebasan mk selama tuhan ada manusia tak mungkin bebas, tp krn kebebasan itu eksis mk tuhan tdk ada.